Himbauan Memajukan Sektor Riil Indonesia
(Disadur dari "pidato" Kang Duddy, menanggapi pernyataan mantan presiden B.J. Habibie di MetroTV berkaitan dengan lemahnya sektor riil Indonesia yang amat kaya ini, di salah satu Warteg di Banten, beberapa hari yang lalu)
MERDEKA!
Himbauan!
Bagi pemuda-pemudi Indonesia yang ingin sekali memajukan diri, keluarga dan bangsanya, bagi pemuda-pemudi Indonesia yang tidak berfikiran inferior dan malu kepada ke-Indonesiaannya (malu kepada diri sendiri?), bagi pemuda-pemudi Indonesia yang gak gampang kagetan dengan dunia, bagi pemuda-pemudi Indonesia yang bukan ignorant dan suka dengan kesia-siaan, bagi pemuda-pemudi yang banyak menapkahkan uangnya untuk berderma dibanding buat dugem…
INI DADAKU! MANA DADAMU!
Bagi mereka yang berkemampuain finansial dan/atau teknikal atau memiliki kemampuan finansial dan akses ke teknologi atau memiliki kemampuan teknologi dan akses ke finansial, diutamakan bagi mereka dengan ide-ide cemerlang dan mau berkorban untuk tanah kelahirannya.
Tunggu apa lagi untuk segera mengembangkan dan membangun industri2 dalam sektor riil, buka lapangan kerja baru, alih teknologi, kuasai teknologi, terapkan dan kembangkan sendiri!
Manufaktur apa yg bisa dimanufaktur, produksi apa yang bisa di produksi (barang dan jasa maksudnya kan yah) Indonesia adalah negara yang dianugerahi oleh Tuhan dengan kekayaan modal alam… jangan sia-siakan!
Mau di sektor agro kek, logam kek, permesinan kek, kimia kek, tekstil kek, alat-alat transportasi dan telematika kek, aneka kek, ya mangga! (kayanya yg disebutin itu ke-dirjen-an di Kementrian Perindustrian deh Kang)
Sudah tidak jaman lagi pemuda-pemudi Indonesia hanya beralasan ini dan itu, berkeluh kesah ini dan itu dan berlindung dibalik pembenaran-pembenaran, terkaget-kaget dengan dunia (barat terutama), nyumput diketek orang asing, tapi ciut kalo disuruh bediri sendiri.
Jadilah pemain, jangan hanya jadi penonton dan komentator apalagi jadi orang pinggiran yang gak bisa nonton, komen dan boro-boro bermain…
Semua itu bermulai dari pikiran dan hati, bebaskan pikiran dan hati kalian dari belenggu inferioritas, ketidakmampuan, malu thdp eksistensi diri, kemalasan dan keterkaget-kagetan, kaget ngeliat yang bagus2, kaget ngeliat uang banyak, kaget ngeliat yg asing-asing2, yang ujung2nya jadi sombong ngerasa paling hebat, padahal kenyataannya hebatnya cuman dipikirannya sendiri…
Kita mah malu, baru disapa dan disuruh-suruh sama orang asing udah bangga dan sombongnya minta ampun…
Boleh bangga dan nyombong kalo usaha kita bisa ngebuat orang lain bahagia dan tersenyum!
Orang yang beneran hebat itu orang yang bermanfaat bagi orang sekitarnya, bukan orang yg cuman disuruh2 orang asing trus digaji untuk nyusahin kawan sebangsa donk… sami atuh ku dengan anjing herder eta mah!
Dimana harga dirinya?
JANGAN MAU JADI BANGSA TEMPE! WALOPUN DIJANJIIN JADI TEMPE KALENGAN! (Maksudnya jangan berwah-wahan gaya2an yg keren2 tapi sebenarnya cuman sekelas tempe sayur)
Sayah cuman berharap, sebelum sayah mati nanti, sayah bisa ngeliat banyaknya karya produksi pemuda-pemudi yang pinter-pinter, masak peniti aja harus impor? apa susahnya sih buat peniti? Sendok Garpu aja kudu ada tulisan Orang Bali Lagi di China (Made in China-red)…
Nanti pengennya banyak pabrik-pabrik, usaha-usaha milik bangsa sendiri yang lebih ngerti dengan bangsanya sendiri kitu….
Insya Allah harga bisa murah, barang2 gak susah nyarinya, rakyat makin sejahtera dan maju.
Yang paling penting Harga Dirinya bisa dikembalikan, bisa sama-sama ngedongak dengan bangsa-bangsa lain (maksudnya sejajar), pemuda-pemudinya gak jadi orang2 memble yang dicocok idungnya dengan wah-wah-an yang asing2 dan mereka terkaget-kaget karenanya, hih kampungan! (Sabar Kang, Sabar… Orang Sabar disayang Allah Kang)
Karena inget jang, idup cuman sebentar, terserah kita mau dikenang sebagai orang yang bermanfaat bagi lingkungan ketika kita mati nanti, atau dikenang sebagai bukan siapa-siapa… Husnul Khotimah = Akhir yang baik
Tetangga, sodara, temen sebangsa pasti lebih inget sama kamu dibanding orang asing (makanya orang asing disebut orang asing Kang) kalo kamu mati nanti… walopun kita kaya, bisa kemana-mana luar negeri, tapi gak pernah ngasih manfaat sama tanah kelahiran ya buat apa… gak akan ada yg ngenang… sedih amat kematiannya gak ada yang mengenang…
Kayanya keren tuh, tapi pas mati gak ada yg nginget… Kasian…
(teet bunyi bel masuk kerja kembali berbunyi, Kang Duddy segera beranjak dari warung)
Pokona mah, sektor riil kudu maju ya jang… (Kang Duddy menghilang dibalik pager pabrik….)
>>> Sekilas tentang nara sumber;
Nama; Kang Duddy,
Umur; Tidak diketahui - kira2 50 an lewt,
Keluarga; Tidak diketahui,
Tempat Tinggal; Tidak diketahui,
Interest; Tidak diketahui, yang pasti doyan masakan warteg, soalnya ketemunya di warteg.
Pendidikan; STM (kayanya),
Pekerjaan; Foreman di salah satu pabrik di kawasan Industri KIEC.
Cita-cita; Indonesia yang maju!
==============
Tanggepan Penulis;
Semoga Kang, semoga…. Insya Allah atas izin Allah kang….
Rindu kami juga Kang, menjadi bangsa yang maju, terpandang dan punya harga diri tinggi, Doakan saja Kang…
Doakan saja pemuda-pemudi kita bisa diandalkan dan tidak menjadi pemuda-pemudi yang bermental tempe dan memble, yang gampang terkaget-kaget dan banyak alesan…
Lagi pula, semua sektor dlm negri itu terkait dengan sektor riil sebagai fundamentalnya kok, sektor financing dan sektor pendukung lainnya tanpa sektor riil yang kokoh ya seperti membuat bangunan tanpa perekat…
Semoga Tuhan mengabulkan permohonan Kang Duddy dan jutaan bangsa Indonesia lainnya yang ingin maju di atas derap langkah bangsa ini sendiri…
Keterangan : Beberapa alinea awal, penulis alih bahasakan, karena aslinya lumayan belibet dan ngalor ngidul
Sektor Riil : Sektor yang melibatkan produksi barang-barang dan jasa melalui kombinasi utilisasi bahan baku (raw material) dengan faktor2 produksi lainnya, seperti tenaga kerja, lahan dan modal atau proses produksi.