How fragile we are…

June 25th, 2007 by pani

Assalamu’alaikum Wr Wb

Kejadian baru-baru ini - tentang kematian - walaupun bukan yang pertama, tetapi tiap kalinya selalu menarik-narik paksa kesadaran kita yang selama ini dan selalu terlena dengan kehidupan dunia untuk berpaling kembali ke jalannya yang benar…

Seringkali beberapa kawan - yg masih maupun yg gak ada - menilai saya sebagai seorang cerewet yang ribut dengan nasehat-nasehat, yang rela buang-buang pulsa untuk berkoar-koar ttg apa yang harusnya dilakukan dan apa yang harusnya tidak, hal sepele tentang kehidupan, hal remeh temeh, hal kecil, sangat kecil… tetapi mereka yang gak ada selalu membalas balik memberi nasehat terbesar tentang kehidupan; "kematian"…

Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata; "bahwa orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematiannya"…. Fakta bahwa Allah SWT telah memberikan porsi ruang dan waktu bagi masing-masing manusia; sampai di mana kita melangkah dan sampai kapan kita berjalan… simple, basic tetapi selalu menghentakkan jiwa manusia; "When time is up, it is up"…"When space is run out, it is no more"…

Apa yang tersisa bagi kita yang masih ada; bisa dengan menghitung kembali, menghisab diri; apa yang sudah dilakukan untuk kebaikan dan apa yang sudah dilakukan untuk kejahatan selama umur yang telah diberi ini dan apa yang bisa dilakukan dari umur yang tersisa yang tidak diketahui kapan akhirnya…

Jika kita masih loss dengan kejahatan yang berlebih dari kebaikan, carilah segera keuntungan dengan berbuat kebaikan, jika sudah profit (Insya Allah, hanya Allah Yang Maha Mengetahui - manusia hanya meraba-raba), maka istiqomah (bertekad dgn konsisten) agar tidak menjadi loss, tetapi merasa kekurangan akan kebaikan lebih baik dibanding berfoya-foya dalam kejahatan, agar kita selalu haus akan perbuatan baik…

Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata; " Bekerjalah untuk duniamu seperti kamu akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati esok". Prinsipnya, Rasulullah mengajarkan agar tiap-tiap manusia selalu mempersiapkan diri sebaik-baiknya, dan memulai dengan menghitung diri sendiri adalah awal persiapan yang baik untuk akhirat, sehingga kelak orang akan tahu apa yang harus diperbuatnya…

Perbanyaklah amal ibadah dan kebaikan sebagai bekal kelak kita di sana dan hisab (hitung) - lah dirimu di dunia ini, sebelum mahkamah Allah digelar kelak untuk mengadilimu…

Semoga menjadi pelajaran…

"Cukuplah kematian itu sebagai penasehat". (Hadits; HR. Thabrani dan Baihaqi).

SUBHANNALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAHA ILLALLAHU AKBAR! (Maha Suci Allah dan Segala Puji Bagi-Nya dan Tidak Ada tuhan Selain ALLAH YANG MAHA BESAR!)

Wassalam

===========================

Ayat-ayat Allah dalam Al Quran sebagai pengingat, semoga kita menjadi orang yang mudah untuk diingatkan:

[Al Mu'min:67] Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).

[Ali Imran:185] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

ALLAHU AKBAR!

====================================

[Al An'aam:162] Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

[Yaasiin:83] Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

[Adz-Dzaariyaat:55] Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Why do men fall?

June 13th, 2007 by pani

Assalamualaikum Wr Wb

Pada suatu malam ditengah-tengah berkutat dengan pekerjaan, tiba-tiba teringat saya apa yang pernah dikatakan Syekh Ahmad Deedat; "Why do men fall?" - Mengapa kaum pria mengalami kejatuhan?

Tergelitik juga untuk sama-sama membuka wawasan tentang hal yang satu ini tentang bagaimana dan mengapanya, terutama ditujukan untuk saya sendiri sebagai pria dan kawan2 dan siapapun yang merasa dirinya pria.

Mari kita lihat apa yang dikatakan Al Quran ttg hal tsb;

Surat Alii Imraan, ayat 14

zuyyina linnaasi hubbusysyahawaati minannisaa-i walbaniina walqanaathiirilmuqantharati minadzdzahabi walfidhdhati walkhaylilmusawwamati wal-an’aami walhartsi dzaalika mataa’ulhayaatiddunyaa wallaahu ‘indahu husnulmaaab

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

tampaknya memang sudah merupakan cobaan bagi kaum pria selama di dunia ini, sebagaimana Allah Subhannahuwata’ala (The Most Glorious, The Most High) telah menetapkannya sesuai urutannya dalam surat 3, ayat 14 di atas bahwa cobaan utama bagi pria yang berpotensi membuatnya mengalami kejatuhan adalah: Wanita, Anak, Harta

Mari kita bahas satu per satu

1. Wanita

Tampaknya tidak perlu bercerita banyak untuk penyebab yang satu ini, suatu cerita kuno yang sering kita dengar bahwa banyak pria yang mengorbankan jabatan, keluarga, harta, bahkan harga diri untuk seorang wanita, yaitu wanita yang bukan haknya, yang dihampiri dengan cara yang tidak baik dan dalam koridor hawa nafsu, yaitu perzinahan. Yang pasti tanpa izin dari wali sang wanita yang sah (bapak dan keluarganya), ya iyalah, kalau kita meminta izin tentunya kita meminta izin untuk menikahinya terlebih dahulu.

Allah SWT telah menciptakan dunia ini atas hukum kausalitas sebab akibat, dalam konteks ini tentunya hal-hal tentang perzinahan tidak lepas dari peran sang pria dan sang wanita.

Terhadap hal yang demikian Allah SWT telah memberikan rambu-rambu kepada manusia agar mampu menghindarinya sbb;

Surat Al Israa, ayat 32

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Hmm, mendekatinya saja tidak boleh apalagi melakukannya? bagaimana caranya agar kita tetap jauh darinya?

Surat An Nuur, ayat 30

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

Seperti kata pepatah; "Dari mata turun ke hati dan hati yang kotor akan berkata "MAU"!", maka dari itu menahan pandangan adalah lebih baik bagi kita, mengapa? karena pada saat itu kita sedang memandang sesuatu yang bukan hak kita dan kalau sampai berani-berani "mencomot" sesuatu yang bukan haknya, apakah tidak beda dengan maling? Dengan menahan pandangan, otomatis kemaluan pun akan terpelihara, Insya Allah.

Karena hukum kausalitas yang disebut di atas, hal yang sama berlaku kepada kaum wanita;

Surat An Nuur 31

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya(1). Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita(2). Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan(3). Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan pada ayat di atas

(1) Sungguh suatu yang indah bagaimana Al Quran memberikan kiasan tubuh wanita sebagai perhiasan. Mengapa perhiasan? Sifat dari perhiasan adalah menarik perhatian orang dan mendorong orang untuk memandang, menyentuh dan memilikinya, exactly seperti apa yang dirasakan umumnya kaum pria terhadap wanita yang diingininya. Maka dari itu selayaknya seorang wanita tidak mengumbar-umbar "perhiasannya" kecuali apa yg memang biasa dilihat, apa maksudnya? Umumnya kalau kita berbicara dengan orang, apa sih yg biasa diperhatiin? Raut muka dan gesture tangan bukan? gak wajar orang lagi ngobrol masak ngeliatin dengkul, itu lah mengapa penggunaan jilbab/hijab menyisakan muka dan telapak tangannya…

(2) Yang namanya perhiasan ya jangan diumbar-umbar kalau gak mau kecolongan, boleh ditunjukkan (membuka hijab) hanya kepada orang-orang yang dipercaya/kepercayaan (muhrim) dan mereka yang memang tidak tertarik dengan perhiasan tersebut seperti mereka yang disebutkan dalam ayat 31 di atas.

(3) Maksudnya adalah kalau punya perhiasan, apalagi perhiasan yang indah, ya jangan dipamer-pamerin kalau gak mau dicuri orang tak bertanggung jawab.

Terakhir, Allah memberikan peringatan yang lebih "long-term" bahwa:

Surat An Nuur, ayat 3

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu’min.

Naudzubillahimindzalik, semoga Allah mencegah dari yang demikian, bagaimana suatu pernikahan bisa tentram dan rukun, jika masing-masing suami dan istri punya "hobi yang gak bener", karena kebiasaan "yang gak bener" tersebut telah dilatih sebelum menikah. Prinsipnya kalau kita berani "mengambil yang bukan hak" kita kepada seseorang sebelum nikah, kenapa gak mungkin kita melakukan hal yang sama ketika telah terikat dalam pernikahan. Karena istri yang baik-baik bisa berubah menjadi pezina dikarenakan dendam thdp suami pezina dan suami baik-baik bisa menjadi pezina dikarenakan istri yang pezina. Maka dari itu lebih baik bertobat selagi bisa…

2. Anak

Ah apakah mungkin anak-anak yang kita miliki justru menjadi penyebab kejatuhan kita? Untuk yang ini juga banyak ceritanya kalau kita jeli, bagaimana orang tua kehilangan sikap adil dikarenakan kecintaannya kepada anak, bagaimana orang tua tega mendzalimi orang lain demi anak, bagaimana orang tua melakukan pembenaran atas perbuatan buruk anaknya padahal orang tuanya mengetahuinya, bagaimana orang tua merendahkan orang lain karena kebanggaan yang berlebihan akan anak-anaknya, bahkan bagaimana orang tua mengambil sesuatu yang bukan haknya demi anaknya, dll.

Maksud dari ayat tersebut adalah janganlah karena kecintaan yang berlebihan thdp anak-anak membuat orang tua tidak bisa membedakan antara kebenaran dan keburukan. Anak itu adalah cobaan dari Tuhan, dan seringkali orang tua memberikan pemakluman-pemakluman atas ketidakbenaran yang muncul dengan dalih anak-anak mereka, lebih-lebih lagi karena dalih anak para orang tua melupakan kewajiban mereka kepada Tuhan Yang telah menitipkan anak-anak tersebut. Suatu perbuatan yang ingkar terhadap nikmat Tuhan pada anak-anak kita.

Surat Al Anfal, ayat 28

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

3. Harta

Khusus untuk harta, sesuatu yang menakjubkan bagaimana Kitab abad ke 7 merincikan "pleasures of men atau boy’s toys" yang secara garis besar tidak berubah dari masa ke masa. Kalau kita terjemahkan untuk abad ke-21 ini, sbb;

a. jenis emas, perak : kalau jaman sekarang mungkin semua harta yang memiliki nilai "mampu-bayar"; uang dlm bentuk nota, credit card, debit card, tabungan, deposito, saham, reksadana, valas, emas dll

b. kuda pilihan : walaupun ada deviasinya tetapi kurva normal menunjukkan bahwa pada umumnya kaum pria gandrung kepada kendaraan (mobil, motor, helikopter, pesawat pribadi etc) sebagai kebanggaannya.

c. binatang ternak dan sawah ladang : land, property, usaha, bisnis, alat-alat produksi; perusahaan, restoran dll.

Subhannallah! and men haven’t changed a bit.

Kembali, harta adalah cerita kuno yang mampu menimbulkan konflik dan kejahatan bagi manusia, baik kekurangan maupun kelebihan, kekurangan=mencuri, kelebihan=sombong & dengki. Perang terjadi karena haus akan harta dan property/kepemilikan, kaum pria berbunuh-bunuhan demi segepok uang, demi sebidang tanah, demi perut bumi dan apa2 yang ditumbuhkan dipermukaannya; hasil tambang, mineral, minyak, gas, tanaman, ternak, hasil hutan dll.

Mengingat bahwa harta mampu menimbulkan kejahatan bagi manusia (iri, dengki, sombong, serakah dll dsb), maka Allah menetapkan peraturan tentang halal dan haramnya harta, cara mendapatkannya dan membelanjakannya, bagaimana harta wajib didapatkan dengan cara yang halal dan dibelanjakan untuk hal-hal yang halal juga, karena harta yang halal akan diiringi oleh kebaikan, dan begitu juga sebaliknya.

Prinsip dasar:

1. Harta adalah cobaan, Allah akan menguji kita dengan harta kita, baik berlebih maupun berkurang agar kita tidak sombong dan kikir ketika berlebih dan agar kita tidak iri, dengki, mencuri ketika kurang. Maka dari itu janganlah terlalui mencintai harta karena harta adalah hanya titipan dan cobaan.

Surat Alii Imraan, ayat 186

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu…

Surat Al Baqarah, ayat 155

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.

2. Mengumpulkan harta dunia harus berimbang dengan mengumpulkan "harta" akhirat; amal ibadah.

Surat Al Qashash, ayat 77

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

3. Harta kita adalah harta yang memang menjadi hak kita, tidak boleh mengambil yang bukan hak kita dan kemudian mencari-cari pembenaran.

Surat Al Baqarah, ayat 188

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui

Surat An Nisaa’ ayat 29

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.

Surat An Nisaa’ ayat 10

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.

4. Harta baru menjadi manfaat ketika telah dibelanjakan, jika dibelanjakan pada jalan Tuhan, jalan yang baik, maka manfaat kita raih, jika dibelanjakan pada jalan keburukan (foya2, mabuk2an, berlebih-lebihan, dll) maka harta yang kita usahakan tsb tidak memberi manfaat apa-apa buat kita.

Surat Al Baqarah 195

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

5. Harta dikelola oleh orang yang berhak dan mampu mengelola; orang dewasa dan sehat jasmani dan rohani. Anak-anak, orang yang tidak sehat rohaninya, orang yang sudah renta sebaiknya diwakilkan kepada walinya. Intermezo: Anak SD uang jajannya ratusan ribu bahkan jutaan? Hmmm

Surat An Nisaa’, ayat 5

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (belum dewasa), harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

Maka dari itu agar kita selalu "humble" terhadap harta kita sehingga harta tidak mampu menjerumuskan kita, maka Al Quran melatih manusia agar selalu memanfaatkan hartanya dijalan yang baik. Selain untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka ada yang disebut dengan zakat, sedekah dan infaq kepada mereka-mereka yang telah ditetapkan untuk diberi, terutama zakat; karena zakat mampu mensucikan dan membersihkan diri dan harta kita. Agar harta yang tidak bisa kita manfaatkan hari ini, dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan, yaitu sebagai pelindung bagi kita agar harta yang tak termanfaatkan hari ini tidak menjadi sumber kebinasaan kita.

Contoh pragmatis: makan udah, bayar listrik-air-telpon udah, bayar sekolah anak udah, belanja istri udah, aaaah ada sisa nih, buat pijet plus ah! (WRONG!) seharusnya: aaaah ada sisa nih, sedekah ah!

Surat Al Baqarah, ayat 177

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Surat Al Baqarah, ayat 215

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Surat At Taubah, ayat 103

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka.

Surat Adz-Dzaariyaat, ayat 19

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

Dan menafkahkan harta pada jalan Allah; zakat, infaq, sedekah adalah sesuai dengan kemampuannya. Yang banyak sesuai kemampuannya, yang tidak banyak pun sesuai kemampuannya…

Surat At Thalaq, ayat 7

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Selain itu, treatment thdp harta yang baik adalah; tidak boros dan tidak pula kikir, yang baik adalah di antaranya, agar kita selalu humble.

Surat Al Isra, ayat 26

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Surat Al Furqaan, ayat 67

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

=============================================================

Semoga bermanfaat dan menjadi lebih baik

Maaf kalau ada yang tidak berkenan

ALLAH KNOWS BEST

Wassalam

ISM

+++++++++

Surat Al Hadid, ayat 20

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Surat Adz-Dzaariyaat, ayat 55

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Project Management Sbg Budaya Perusahaan

June 12th, 2007 by pani

Assalamualaikum Wr Wb

Berbagi pengetahuan bagi mereka yang tertarik tak ada salahnya tokh, meski berkecimpung di dunia proyek dan investasi capex baru seumur jagung, eh seumur kelapa sawit berbuah deng, hehe, tapi ya mudah-mudahan kredibilitasnya tidak dipertanyakan

Semoga bermanfaat

========================================================

Project Management Sebagai Budaya Perusahaan

Di jaman serba cepat ini dengan paradigma bisnis yang agresif, perusahaan-perusahaan selain melakukan operasinya dengan paradigma operation excellence, mereka juga secara aktif mengucurkan capital expenditure untuk investasi-investasi asset baru dalam bentuk proyek-proyek pembangunan/modernisasi/revitalisasi dll. Selain itu banyak juga perusahaan yang melakukan bisnisnya berbasis proyek. Tetapi prinsipnya sama saja; pekerjaan yang dilakukan dibagi menjadi program-program yang terdiri dari proyek-proyek yang didisain untuk mencapai strategi perusahaan dan usaha penambahan nilai.

Manajemen yang baik  dari proyek-proyek tersebut sangat penting bagi kesuksesan perusahaan. Sangatlah penting untuk memastikan proyek yang dilakukan adalah yang tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengelolaan suatu proyek secara tepat akan memastikan proyek tersebut diselesaikan dengan benar. Pengelolaan keseluruhan proyek dalam perusahaan dengan sukses akan memastikan bahwa proyek-proyek yang dikerjakan tersebut adalah proyek yang tepat bagi perusahaan.

Tiap-tiap perusahaan memiliki level keahlian yang berbeda-beda dalam fungsi project management. Banyak perusahaan yang menyadari bahwa untuk dapat meraih sukses dibutuhkan pendekatan project management yang lebih baik.

Matrix kematangan penguasaan project management dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dari proses project management;

Level 1: Proyek cenderung dapat diselesaikan melalui usaha-usaha yang sifatnya ”heroisme” personal atau hanya berdasarkan pengetahuan, keahlian dan pengalaman dari project manager/leader beserta timnya saja. Proyek cenderung terselesaikan walaupun dengan dukungan yang minimal dari aspek-aspek dalam perusahaan.

Level 2: Proyek dapat dikerjakan oleh siapapun dalam perusahaan dikarenakan telah adanya metodologi formal yang telah terbukti secara historis serta mampu menjamin kesuksesan proyek-proyek secara berulang.

Level 3: Pada level ini titik berat selain berada pada kesuksesan pelaksanaan proyek, tetapi juga adanya penjaminan terhadap manfaat bagi perusahaan. Hal ini melibatkan pengetahuan tentang manfaat yang diharapkan dan kapan proyek yang bersangkutan menghasilkan manfaat yang dimaksud bagi perusahaan.

Level 4: Pada level ini, perusahaan melakukan proyek-proyek sebagai implementasi dari strategi bisnis dan usaha penambahan nilai perusahaan.

Untuk mengetahui posisi perusahaan pada level-level dalam matrikulasi tersebut, sebagai kajian internal dapat digunakan pengklasifikasian sebagai berikut;

Level

Aspek Kesuksesan

Indikator Kesuksesan

Pertanyaan Utama

1

Kesuksesan Penerapan Manajemen Proyek

·   Biaya

·   Waktu

·   Kualitas

Apakah individual proyek mampu memberikan hasil yang diharapkan?

2

Kesuksesan Penerapan Manajemen Proyek Secara Berulang

·   Hasil akhir yang terprediksi

Apakah proyek-proyek yang dilakukan mampu memberikan hasil yang diharapkan secara konsisten?

3

Kesuksesan Pelaksanaan Proyek

·   Realisasi manfaat

Apakah hasil dari individual proyek mampu memberikan manfaat bagi perusahaan?

4

Kesuksesan Secara Korporasi

·   Implementasi strategi

·   Penambahan nilai

Apakah manfaat yang dihasilkan memberikan dampak secara langsung kepada strategi bisnis perusahaan?

Status perusahaan dapat berpindah dari satu level ke level berikutnya dengan mengembangkan mekanisme proses internal. Tiap-tiap proses memberikan kontribusi terhadap pengembangan kemampuan project management dari perusahaan, yang pada saatnya memungkinkan tercapainya tujuan utama.

  • Dari level 1 ke 2 diperlukan metodologi project management secara formal.

Pada tahap ini setiap pelaksana proyek memiliki kerangka bekerja dan perusahaan memiliki perangkat yang mendukungnya. Setelah penerapan metodologi terlaksana dengan baik, kesuksesan proyek akan tidak lagi bergantung kepada ”heroisme” seseorang dan kesuksesan proyek lebih terukur dan memungkinkan pengulangan sukses serupa.

  • Dari level 2 ke level 3 diperlukan mekanisme manajemen manfaat (benefits management)

Mekanisme manajemen manfaat memberikan paramater dan indikator kesuksesan proyek dari sisi benefit yang didapat oleh perusahaan dari pelaksanaan suatu proyek. Seringkali kesuksesan proyek hanya diukur dari pemenuhan persyaratan biaya, waktu, scope dan kualitas saja, dengan kurang memperhatikan secara sistematis tentang benefit yang didapat. Maka dikarenakan manfaat terealisasikan seketika proyek berakhir, dibutuhkan suatu mekanisme manajemen manfaat yang mengidentifikasi pencapaian manfaat secara akrual beserta besarannya yang terukur paska penyelesaian proyek.

  • Dari level 3 ke level 4 diperlukan mekanisme manajemen portfolio.

Manajemen portfolio bertujuan untuk memastikan proyek-proyek yang tepat sesuai kebutuhan strategi perusahaan saja yang dilakukan. Portfolio yang seimbang dibuat dengan memperhatikan seluruh area pengembangan usaha dan penggunaan sumberdaya yang ada dengan sebaik-baiknya. Proses manajemen portfolio perusahaan dibutuhkan agar seluruh gagasan-gagasan proyek baru dapat diajukan, dikaji dan diputuskan apakah proyek-proyek tersebut memberikan kontribusi terhadap strategi perusahaan secara keseluruhan atau tidak.

Pada akhirnya ketika project management sudah “embedded” dalam budaya perusahaan, yaitu tersurat dalam prosedur baku perusahaan dilengkapi dengan system monitoring & control plus audit yang baik, maka diharapkan deviasi dari kurva normal proyek-proyek sukses dan bermanfaat akan semakin mengecil persentasenya. Bahkan sampai penerapan paradigma SIX SIGMA untuk tiap-tiap “produksi” proyek yang complex dan rumit dalam perusahaan? Why not huh? Tidak akan ada lagi CAPEX “terbuang” sia-sia tanpa manfaat.

Oleh irvan s, disadur dari berbagai sumber, dipersingkat dari artikel aslinya.

Himbauan Memajukan Sektor Riil Indonesia

May 26th, 2007 by pani

(Disadur dari "pidato" Kang Duddy, menanggapi pernyataan mantan presiden B.J. Habibie di MetroTV berkaitan dengan lemahnya sektor riil Indonesia yang amat kaya ini, di salah satu Warteg di Banten, beberapa hari yang lalu)

MERDEKA!

Himbauan!

Bagi pemuda-pemudi Indonesia yang ingin sekali memajukan diri, keluarga dan bangsanya, bagi pemuda-pemudi Indonesia yang tidak berfikiran inferior dan malu kepada ke-Indonesiaannya (malu kepada diri sendiri?), bagi pemuda-pemudi Indonesia yang gak gampang kagetan dengan dunia, bagi pemuda-pemudi Indonesia yang bukan ignorant dan suka dengan kesia-siaan, bagi pemuda-pemudi yang banyak menapkahkan uangnya untuk berderma dibanding buat dugem…

INI DADAKU! MANA DADAMU!

Bagi mereka yang berkemampuain finansial dan/atau teknikal atau memiliki kemampuan finansial dan akses ke teknologi atau memiliki kemampuan teknologi dan akses ke finansial, diutamakan bagi mereka dengan ide-ide cemerlang dan mau berkorban untuk tanah kelahirannya.

Tunggu apa lagi untuk segera mengembangkan dan membangun industri2 dalam sektor riil,  buka lapangan kerja baru, alih teknologi, kuasai teknologi, terapkan dan kembangkan sendiri!

Manufaktur apa yg bisa dimanufaktur, produksi apa yang bisa di produksi (barang dan jasa maksudnya kan yah) Indonesia adalah negara yang dianugerahi oleh Tuhan dengan kekayaan modal alam… jangan sia-siakan!

Mau di sektor agro kek, logam kek, permesinan kek, kimia kek, tekstil kek, alat-alat transportasi dan telematika kek, aneka kek, ya mangga! (kayanya yg disebutin itu ke-dirjen-an di Kementrian Perindustrian deh Kang)

Sudah tidak jaman lagi pemuda-pemudi Indonesia hanya beralasan ini dan itu, berkeluh kesah ini dan itu dan berlindung dibalik pembenaran-pembenaran, terkaget-kaget dengan dunia (barat terutama), nyumput diketek orang asing, tapi ciut kalo disuruh bediri sendiri.

Jadilah pemain, jangan hanya jadi penonton dan komentator apalagi jadi orang pinggiran yang gak bisa nonton, komen dan boro-boro bermain…

Semua itu bermulai dari pikiran dan hati, bebaskan pikiran dan hati kalian dari belenggu inferioritas, ketidakmampuan, malu thdp eksistensi diri, kemalasan dan keterkaget-kagetan, kaget ngeliat yang bagus2, kaget ngeliat uang banyak, kaget ngeliat yg asing-asing2, yang ujung2nya jadi sombong ngerasa paling hebat, padahal kenyataannya hebatnya cuman dipikirannya sendiri…

Kita mah malu, baru disapa dan disuruh-suruh sama orang asing udah bangga dan sombongnya minta ampun…

Boleh bangga dan nyombong kalo usaha kita bisa ngebuat orang lain bahagia dan tersenyum!

Orang yang beneran hebat itu orang yang bermanfaat bagi orang sekitarnya, bukan orang yg cuman disuruh2 orang asing trus digaji untuk nyusahin kawan sebangsa donk… sami atuh ku dengan anjing herder eta mah!

Dimana harga dirinya?

JANGAN MAU JADI BANGSA TEMPE! WALOPUN DIJANJIIN JADI TEMPE KALENGAN! (Maksudnya jangan berwah-wahan gaya2an yg keren2 tapi sebenarnya cuman sekelas tempe sayur)

Sayah cuman berharap, sebelum sayah mati nanti, sayah bisa ngeliat banyaknya karya produksi pemuda-pemudi yang pinter-pinter, masak peniti aja harus impor? apa susahnya sih buat peniti? Sendok Garpu aja kudu ada tulisan Orang Bali Lagi di China (Made in China-red)

Nanti pengennya banyak pabrik-pabrik, usaha-usaha milik bangsa sendiri yang lebih ngerti dengan bangsanya sendiri kitu….

Insya Allah harga bisa murah, barang2 gak susah nyarinya, rakyat makin sejahtera dan maju.

Yang paling penting Harga Dirinya bisa dikembalikan, bisa sama-sama ngedongak dengan bangsa-bangsa lain (maksudnya sejajar), pemuda-pemudinya gak jadi orang2 memble yang dicocok idungnya dengan wah-wah-an yang asing2 dan mereka terkaget-kaget karenanya, hih kampungan! (Sabar Kang, Sabar… Orang Sabar disayang Allah Kang)

Karena inget jang, idup cuman sebentar, terserah kita mau dikenang sebagai orang yang bermanfaat bagi lingkungan ketika kita mati nanti, atau dikenang sebagai bukan siapa-siapa… Husnul Khotimah = Akhir yang baik

Tetangga, sodara, temen sebangsa pasti lebih inget sama kamu dibanding orang asing (makanya orang asing disebut orang asing Kang) kalo kamu mati nanti… walopun kita kaya, bisa kemana-mana luar negeri, tapi gak pernah ngasih manfaat sama tanah kelahiran ya buat apa… gak akan ada yg ngenang… sedih amat kematiannya gak ada yang mengenang…

Kayanya keren tuh, tapi pas mati gak ada yg nginget… Kasian…

(teet bunyi bel masuk kerja kembali berbunyi, Kang Duddy segera beranjak dari warung)

Pokona mah, sektor riil kudu maju ya jang… (Kang Duddy menghilang dibalik pager pabrik….)

>>> Sekilas tentang nara sumber;

Nama; Kang Duddy,

Umur; Tidak diketahui - kira2 50 an lewt,

Keluarga; Tidak diketahui,

Tempat Tinggal; Tidak diketahui,

Interest; Tidak diketahui, yang pasti doyan masakan warteg, soalnya ketemunya di warteg.

Pendidikan; STM (kayanya),

Pekerjaan; Foreman di salah satu pabrik di kawasan Industri KIEC.

Cita-cita; Indonesia yang maju!

==============

Tanggepan Penulis;

Semoga Kang, semoga…. Insya Allah atas izin Allah kang….

Rindu kami juga Kang, menjadi bangsa yang maju, terpandang dan punya harga diri tinggi, Doakan saja Kang…

Doakan saja pemuda-pemudi kita bisa diandalkan dan tidak menjadi pemuda-pemudi yang bermental tempe dan memble, yang gampang terkaget-kaget dan banyak alesan…

Lagi pula, semua sektor dlm negri itu terkait dengan sektor riil sebagai fundamentalnya kok, sektor financing dan sektor pendukung lainnya tanpa sektor riil yang kokoh ya seperti membuat bangunan tanpa perekat…

Semoga Tuhan mengabulkan permohonan Kang Duddy dan jutaan bangsa Indonesia lainnya yang ingin maju di atas derap langkah bangsa ini sendiri…

Keterangan : Beberapa alinea awal, penulis alih bahasakan, karena aslinya lumayan belibet dan ngalor ngidul

Sektor Riil : Sektor yang melibatkan produksi barang-barang dan jasa melalui kombinasi utilisasi bahan baku (raw material) dengan faktor2 produksi lainnya, seperti tenaga kerja, lahan dan modal atau proses produksi.

Al Quran’s guide to Sabar

March 30th, 2007 by pani

Assalamualaikum Wr Wb

Dalam rangka memberikan manfaat bagi masyarakat maka bersama ini saya berusaha menjabarkan arti kesabaran berdasarkan Kitabullah Al Quran Nur Karim.

Banyak dari kita mendefinisikan kesabaran dengan artian yg lebih sempit dari definisi sebenarnya. Sabar selama ini diartikan lebih ke arah negatif dengan melekatkannya kepada sikap mengalah atau pasrah sepasrah-pasrahnya terhadap keadaan yang menimpa, dimana sesungguhnya hal-hal tersebut adalah sebagian kecil dari aspek-aspek kesabaran itu sendiri.

Sesungguhnya kalau kita menggali kembali dalam Al Quran bahwa makna sabar itu lebih bermakna positif dan definisi tepatnya sebagai sikap "STAND FIRM" atau sikap yang teguh dan komit terhadap suatu proses agar tercapainya suatu tujuan.

[3:146] … Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Jadi pengertian mengalah dan pasrah kepada keadaan, jika tidak dilengkapi dengan tahapan proses beserta tujuan akhirnya maka hal tersebut bukanlah bagian dari kesabaran.

Contohnya; jika kita mengalah untuk sementara agar tercapainya suatu tujuan akhir, dimana keadaan mengalah adalah suatu yg sulit untuk dapat diterima setiap manusia, tetapi kita tetap stand firm untuk mencobanya dilain hari agar tujuannya tercapai, maka mengalahnya pada saat itu adalah sebagian dari kesabaran. Tetapi jika mengalah adalah sebagai sikap akhir dikarenakan patah semangat menghadapi kesukaran, maka bisa jadi mengalahnya tersebut adalah lebih kepada sikap kurang komit dan lemahnya semangat perjuangan, dibanding makna kesabaran itu sendiri.

Untuk lebih jelasnya mari kita mengkaji apa yg disampaikan dalam Al Quran ttg kesabaran (demi alasan kemudahan saya sajikan dlm bentuk Q&A) ;

1.

Q : Apa yg harus disikapi dengan sabar?

A : kesenangan dan kesukaran dalam kehidupan ini, karena sesungguhnya kehidupan di dunia adalah sebagai cobaan dan dalam setiap kesenangan dan kesukaran ada cobaan dari Allah SWT. Suatu yang menyesatkan jika hanya mengartikan kesabaran itu hanya untuk suatu kesukaran saja. Sesuai dgn Ayatullah sbb :

[21:35] … Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Cobaan dalam bentuk kesenangan :

[8:28] Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Karena kesenangan dalam bentuk harta, kerabat, anak dan lain-lain dapat menjerumuskan manusia dalam kesombongan dan keingkaran.

Cobaan dalam bentuk kesukaran :

[2:155] Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan…

Karena kesukaran dalam bentuk ketakutan, kelaparan dan kekurangan dapat menjerumuskan manusia ke dalam kemusyrikan dan kefasikan.

2.

Q : Apa manfaat dari sikap sabar?

A : Sikap sabar dan dilengkapi dengan shalat adalah sebagai penolong manusia agar tidak melenceng dari keimanan dan ketakwaan sebagai kendaraan menuju tujuan akhir yaitu ridho Allah SWT serta dengan kesebaran maka niscaya keberuntungan dari Allah selalu menyertai. Selain itu, sesungguhnya Allah SWT selalu bersama orang-orang yang sabar karena orang2 yang sabar akan dianugerahi sifat-sifat yang baik.

[2:153] Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

[3:200] Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

[13:22] Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

[41:35] Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

3.

Q : Apa ciri-ciri orang yang bersabar dan apa reward dari suatu kesabaran?

A : Ciri-ciri orang yang bersabar adalah mereka yang jika ditimpa musibah selalu mengucap : Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun yang artinya "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali". Reward dari kesabaran adalah keberkatan yang sempurna serta rahmat dan petunjuk dari Tuhannya, bahwa hidupnya orang2 yang bersabar selalu dilengkapi dengan hikmah (wisdom) dan manfaat serta dijauhkan dari kesia-siaan selain dari pahala dan ampunan.

[2:155] …Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

[2:156] (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali).

[2:157] Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

[33:35] Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

[31:31] Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan ni’mat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.

The ultimate reward dari suatu kesabaran selama di dunia adalah kemenangan di hari akhirat kelak ;

[23:111] Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaraan mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang."

[25:75] Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

4.

Q : Apa syarat untuk bersikap sabar?

A : Syarat utama dari bersikap sabar adalah seperti yang saya sampaikan di atas, yaitu adanya suatu tujuan, dalam hal ini adalah bersikap khusyu’ yaitu dengan meyakini akan pertemuan dengan Tuhannya dan mengimani bahwa kita semua akan dikembalikan kepadanya.

[2:45] Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

[2:46] (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Selain itu, untuk dapat bersabar thdp sesuatu maka kita diwajibkan untuk memiliki pengetahuan thdp sesuatu tersebut, maka diwajibkan kepada kita untuk selalu menambah berbagai pengetahuan.

[18:68] Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"

5.

Q : Apakah kesabaran sebagai bagian dari keimanan dan ketakwaan

A : Iya, sesuai dengan Ayatullah sbb ;

[2:177] … akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

6.

Q : Apakah sikap sabar juga diamalkan oleh para rasul dan orang-orang terdahulu?

A : Iya, para rasul-rasul Allah dalam perjuangannya menegakkan tauhid yang sangat berat selalu diiringi dengan sikap sabar serta orang-orang terdahulu telah mengamalkan kesabaran sesuai dengan perintah Allah SWT.

[46:35] Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar…

[6:34] Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

[16:127] Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.

[21:85] Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

[37:102] Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

[7:128] Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

[38:44] Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhan-nya)

[31:17] (Luqman berkata) Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Bani Israil dilepaskan dari Fir’aun adalah berkat kesabaran mereka ;

[7:137] Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

7.

Q : Banyak orang merasakan sabar adalah suatu kesia-siaan apakah betul?

A : Tidak, karena kesabaran seperti halnya perbuatan kebaikan lainnya, tidak akan pernah berakir pada kesia-siaan.

[11:115] Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

8.

Q : Apakah kesabaran mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang baik?

A : Iya, karena saling bahu membahu dalam kesabaran dan kebaikan selain suatu hal yg decent untuk dilakukan, maka masyarakat yg demikian itu akan selalu mendapat ridho dari Allah SWT dan dijauhkan dari kerugian-kerugian yang dapat menghancurkan suatu masyarakat.

[103:1] Demi masa.

[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

=====================

Maka dari itu marilah kita mengamalkan kesabaran selama hidup di dunia ini agar setiap langkah kita selalu mendapat ridho dari Allah SWT.

Maka bersabarlah dalam kehidupan dunia ini baik dari kesenangan maupun kesukaran, karena bersabar di hari-hari akhirat kelak adalah suatu keterlambatan ;

[14:21] Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

Wallahu a’lam bishawab

[2:153] yaa ayyuhaalladziina aamanuu ista’iinuu bishshabri washshalaati innallaaha ma’ashshaabiriin

All in a day’s work

March 15th, 2007 by pani

Sekali-kali bolehlah me-record keseharian dalam kehidupan pekerjaan seorang pegawai rendahan hehehe

Hari Rabu, Tanggal 14 Maret 2007

Lokasi : Jakarta, Pengadegan (kemarennya abis ada miting dgn Bpk. X dari PT. A di jkt)

05:45 Alarm berbunyi, "Ganggu aja nih, wong semalem baru tidur jam 12 an, tidur lagi ah 15 menit".

06:15 Alarm berbunyi kembali, "Anjrit telat!"

06:15 - 06:35 Mandi dsb + rutinitas nelpon fiancee sambil pup "Selamat pagi sayang-plung!" + sholat subuh kesiangan

06:35-06:45 Siap-siap pake baju, parfuman, pake gel dikit, liat jam "Anjrit tambah telat" (biasa brangkat ke Clgn jam 6:30)

06:45-06:50 Masuk2in barang2 ke mobil, buka garasi, ngitung waktu: "Jarak Jkt-Clgn kira2 100 Km, kalo ngebut 100-120 km/jam bakal nyampe jam 8 teng".

06:51 Keluar rumah, masuk Jln Gatsu, "(lemes) yaaa macet sampe lampu merah Pancoran" 

06:51-07:10 Bertarung dlm macet smp pintu Tol

07:10-07:25 Ngebut sejadi-jadinya sampai pintu tol Kb. Jeruk (KM 9), "(mikir) 1/2 jam dikebut sampe Clgn (km 91) nyampe gak yah, (kira2 hrs ngebut 180 km/jam) - ketakutan sendiri, jadi pasrah aja"

07:25 Udah masuk tol Jkt-Merak dah tenangan dikit (bodo ah telat2 dikit paling dipotong Rp. 10000 aja), tapi tiba2 panik "Ada yg ketinggalan gak ya?", check HP, Dompet, Rokok "Aaah ada semua" (dokumen2, lap-top, USB, pokoknya yg berhubungan dgn pekerjaan dicuekin!).

07:30 Check kantong, "Waah bet ketinggalan nih!", telpon rumah "Tun ada bet saya gak, kalo gak di kamer, ya di depan tv, ya di meja makan, ato di kamar mandi, ato dimana aja deeeh" -Atun ngecheck- "Gak ada mas!".

07:35 Nelpon sekretaris "San nanti kalo di meja saya nemu bet nitip di slide doooonk, plis, punten, punten, sekali-kali ya ya ya"-Susan menjawab-"Ada di saya kok Pak, kmaren ketinggalan jadi saya ambil, trus dah saya slide pagi ini". "Aaaah aman, gak jadi dipotong gaji"

07:45 Fiencee nelpon " Hai sayang … dst", (jadi lupa kalo telat)

08:00 Br nyampe km 60, "(mikir) ada janji gak yah? ah bodo ah", -telp sekretaris- "Ada rapat gak hari ini?", "Ada Pak jam 14:00", "(aaah lega lagiii)"

08:10 Orang Bank nelpon,"Pak … dst dsb"

08:15 Nyampe tol Clgn Barat km 91, speaker gerbang tol bunyi : "empat belas ribu rupiah, terima kasih", untung mba2nya manis… hehe

08:20 Dadahin satpam depan,"Pagi PaaaaaaaaaK!", gak dijawab hanya memberikan tatapan galak!

08:25 Tergopoh-gopoh masuk ruangan sambil mengendap-endap (Mgr & kolega menatap dengan dingin-brrrrrrrrrrrrrrrr)

08:30 Ambil segelas air, kecipratan pula, (mikir) "Mau pesen indomi enak gak yah (kruuk-kruuk - suara perut krn belum sarapan)". Akhirnya lapernya ditahan pake permen mentos sebatang punya sekertaris. (Sekretaris langsung cemberut)

08:32 Check Outlook, task to be done : konsep A, konsep B, laporan C, Laporan GM, materi presentasi D buat meeting jam 2, surat A,B dan C, review dokumen X,Y,Z, Bahan meeting hari Jumat dsb; harus selesai hari ini dan terkirim! (Panik sejadi-jadinya karna baru selse smua mukadimahnya doank)

08:35 Telp bagian lain " Pak, hari ini meeting jadi?" - "Jadi mas!" - "Saya jadi presentasi?" - "Ya jadi donk mas! (dingin)". (lemes)….

08:40 Sempet2-in baca koran di internet…

08:50 Ngerjain kerjaan yg belum selse sambil berharap gak di kasih kerjaan tambahan

09:00 Manajer manggil "Pak Fani, tolong selesein ini dan itu dst, hubungi ibu ini dan bapak itu…" - tambahan pekerjaan (lemes sambil kelaperan)

09:05 Maksa berbagai kerjaan secara paralel

09:15 Saking panik dan mumet jadi maen game Dynomite….

09:20 Manager lewat, game ditutup langsung tancep ngerjain!

09:45 Kontak dari PT.ATBK nelpon,"Mas Irvan hari Jumat jadi meeting khan? … dst" - "O jadi mas, ini bahannya sudah mau sy kirim (padahal blom dikerjain)"

10:00 fiancee nelpon lagi,"Hai sayang.. dst", langsung ambil roko, kabur ke parkiran, ngeroko sambil nelpon (lupa pekerjaan)

10:05 Orang Bank nelpon lagi,"Pak, jadi gak nih ikutan ini dan itu dst…"

10:10-12:00 Ngebut kerjaan, manajer, kolega, sekretaris nanya ini itu dicuekin sejadi jadinya.

12:00 Istirahat! check Harian Bisnis Indonesia,"Hmmm stock PT.AAA naek, Reksadana ANU turun… dst (padahal gak punya investasi saham)"

12:10 Diajakin makan di kantin CRM,"aaah hidangan pabrik emang top"

12:30 sholat duhur, abis itu mau tidur2an tapi keinget meeting dan harus presentasi

12:30-01:30 Ngerjain materi presentasi sejadi-jadinya (untung kemaren bahan prez ke manajemen masih ada tinggal ganti ini dan itu aja)

01:45 Nelpon temen di pabrik,"Yan, metalisasi, tap-to-tap, dst trial yg kemaren brapa? Lancar gak prosesnya? Apa aja parameter yg berubah? dst" - "Lancar bang, jadi begini-begitu dst…"

02:00 Tergopoh-gopoh masuk ruang rapat,"Aaah masih sepi"

02:15 Rapat mulai, "Fan kamu deh yg presentasi pertama" - "(deg) … tarik napas, lemes dikit, ngumpulin PD, langsung tancep gas gak tedeng aling-aling, sebodo audience ngerti apa kaga dst dst"

04:00 Setelah diskusi yg panjang akhirnya rapat selesai

04:05 Atasan dr bagian lain,"Mas, tadi bahannya boleh lah kita pake, sekalian bantuan kita ya" - "Oh iya Pak… (pdhl kerjaan yg dr Mgr sendiri aja masih numpuk)

04:10 sholat ashar sambil basa-basi ke Receptionist

04:20 check internet, liat2 berita, check pergerakan saham (padahal masih gak punya saham dimanapun)

04:30 nelpon kawan di divisi lain "Mbak jadi begini-begitu, kita akan begini-begitu dst, jadi bisa gak? Mbak di mana sih?" - "Lagi tugas di Jokja mas…" - "Oh (gak jadi deh)"

04:35 siap-siap pulang. Manajer memanggil "Fan, sini diskusi sebentar…"

04:50 gak jadi pulang, dikasih kerjaan lagi…

05:30 pekerjaan sore tuntas : "Dah selse Pak!", ngobrol sama kolega, nelpon fiancee lagi "Hai Sayaang… dst"

05:45 Check email, check dan masukin schedule pekerjaan ke Outlook, kirim laporan, telpon partner bisnis "Mas, bagaimana ini dan itu dst?", nulis2 planner, siap2 pulang

05:50 Manajer pulang duluan, malah maen game Dynomite lagi…

06:00 Siap2 pulang lagi, telpon penjaga rumah dan katanya " Mas disini angin gede banget, jangan disini deh malem ini di Jkt aja"

06:05 Pulang ke Jkt lagi! 2 jam lagi br sampe rumah lwt BSD, dengan pekerjaan yg masih numpuk, padahal di rumah juga gak dikerjain… dan besoknya tergopoh-gopoh lagi…

Dan terus berulang-berulang-berulang-berulang-berulang pekerjaan after pekerjaan after pekerjaan after pekerjaan dst dsb…..

For all in a day’s work…. for money, for life and for the future

"Bekerja adalah ibadah ; semakin dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan diiringi keikhlasan dan kesabaran maka semakin baik ibadah dan pahalamu…."

(Notes : gak semua kejadian di atas benar, ada yg ditambah-tambahin dan diada-adakan sebagai sweetener saja biar menarik, sumpah deh! aslinya lebih serius dan lebih basi dari yg di atas hehehe)

Menyambut Ramadhan, Bulan Penuh Rahmat…

September 18th, 2006 by pani

Assalamu’alaikum Wr Wb

Memaknai Ramadhan, seorang teman pernah bertanya apakah makna dari Ramadhan bagimu. Dengan sigap saya jawab, "Ramadhan itu bulannya gue!" karena memang saya lahir pada bulan Ramadhan, tepatnya 20 Ramadhan 1397 dalam hitungan kalender Hijriyah. Memang terdengar konyol dan kekanak-kanakan tapi bagi saya pribadi seperti ada privilage tersendiri ditakdirkan lahir pada bulan itu.

Temen saya membalas "Ah egois kamu, masak melihatnya hanya diri sendiri aja!".

Waktu berselang, tapi ucapan temen saya itu tetap terngiang. Mungkin menjelang Ramadhan tahun ini, pembicaran sepele saya dengan teman tsb adalah "Hint" dari Allah SWT untuk memaknai bulan puasa tahun ini.

Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda; "Belum beriman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri", "Belum beriman seseorang sebelum ia menginginkan bagi saudaranya apa-apa yang terbaik bagi dirinya sendiri", "Belum beriman seseorang bila ia dapat tidur dengan nyenyak sedang tetangganya dalam keadaan kelaparan". Suatu ucapan yang sangat tidak mewakili sifat egosentris, memang betul, ternyata tarik-menarik ego antar manusia di bumi ini adalah sumber permasalahan utamanya. Mulai dari ego berkeinginan, ego berkeyakinan dan berbagai macam ego-ego yang lain.

Dan karena ego lah, banyak hal yang penuh dengan kesia-siaan, kejahatan dan kemaksiatan bermulai dari mulut saya, baik yang masuk maupun yang keluar; makan & minum yang diharamkan, berlebihan, melebihi kebutuhan saya sendiri, yang seharusnya bisa saya nafkahkan pada mereka yang benar2 membutuhkan. Ucapan penuh dengki, cibir, benci, provokasi dll juga gak ketinggalan… keluar dengan lancar dan mulus atas bimbingan sifat kesyetanan dari dalam diri maupun hasutan dari luar…

Ironi memang, karena dilain pihak Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, "Bahwasanya semua keburukan diri bermulai dari mulut (baik yang masuk maupun yang keluar, makanan maupun ucapan)"… Sungguh suatu BIG QUESTION MARK bagi syahadat, sumpah setia dan pengabdian saya terhadap Allah SWT dan kepatuhan terhadap "role modelling" dari Rasulullah Muhammad SAW.

Tetapi ego adalah suatu fakta dan fitrah manusia dari Allah SWT, suatu yang tidak mungkin dihilangkan, tetapi jangan lupa, ego juga dapat dikendalikan. Dan wahana berpuasa adalah salah satu medianya, selain tentunya bersholat, berdzikir dan Jihad Fi Sabilillah (berjuang dalam jalan Allah) untuk melawan nafsu selama hayat di kandung badan.

Dengan berpuasa seluruh indera dan mata batin kita akan terbuka lebar-lebar, kepedulian akan meningkat seperti halnya ikut merasakan haus dan lapar-nya mereka yang memang harus merasakannya dalam keseharian. Mereka yang tidak bisa memenuhi apa yang mereka inginkan bahkan apa yang mereka butuhkan. Kepedulian yang akan menyeret kita dalam cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

Rasa malu akan kemaksiatan pun meningkat, ucapan seperti "Ih puasa-puasa ngomongin orang" serasa seperti cemeti yang keras menghujam punggung. Rasa malu untuk memamerkan kejelekan diri pun serasa menggebu.

Melewatkan ibadah sunah apalagi yang wajib serasa seperti kerugian dalam berinvestasi, kehilangan asset yang besar. Sama halnya ketika melewatkan kesempatan amal-amal kebaikan yang digelontorkan di depan mata, ibarat kesempatan investasi dengan profit yang tak terkira, risk free! dilewatkan begitu saja. Seperti halnya sering kali kita memalingkan muka ketika dihampiri pengemis yang dalam kebutuhan, padahal kita tahu mungkin 1000 perak yang kita berikan bisa memberikan banyak baginya, menyambung makannya, belum lagi ganjaran akhirat dari Allah atas amal kita tsb.

Setidaknya saya bersyukur memiliki bulan Ramadhan, karena ada sarana untuk menjadi orang yang lebih baik, walaupun kata orang, jadi baiknya cuma sebulan dalam tiap tahunnya, tapi setidaknya seperti orang yang males2an dalam kuliah, masuk kuliah cuman 2 kali dari 10 pertemuan, ya minimal satu, dua kalimat ucapan dosen akan tetap teringat sepanjang ingatannya masih sehat… Apalagi kalo kita rajin kuliah.

Dan sedikit ketenangan bisa menghampiri saya, mengetahui bahwa dalam bulan puasa ini, minimal para istri-istri dari suami yang suka "jajan", anak-anak dari bapak penjudi dan pemabuk, ayah-ayah dari anak-anak yang suka maksiat dan menjajakan diri, mereka bisa "istirahat" dari bebannya barang sejenak, karena wahana kemaksiatan juga libur dalam 1 bulan, yaitu dalam bulan Ramadhan yang penuh rahmat…. Insya Allah.

Berikut adalah sedikit “traktir pengetahuan” dari saya menjelang HUT tanggal 20 Ramadhan nanti J 

==================================================

Audzubillahimishshaithonirojim

Bismillahirrohmanirrohim

Al Quran, Surat Al Baqarah :

183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak mampu berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan (Ramadhan) itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

============================================

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Ucapan-ucapan/kalimat-kalimat baik dalam Islam

January 6th, 2006 by pani

Assalamualaikum Wr Wb

Buat mereka (dan saya) yang lebih memilih kata-kata makian dan cacian (curse) untuk menghiasi bibirnya dan buat mereka (dan saya) yang rindu akan kata-kata indah yang menenangkan hati…

Saya ingatkan lagi, terutama untuk diri saya, tentang ucapan-ucapan baik yang pantas dikeluarkan dari mulut manusia sebagai makhluk yang beradab, yang sesungguhnya terdapat pada pelajaran agama waktu SD, yang dirangkum dari panutan dan panduan hidup muslimin yaitu Kitab suci yang berkahi Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi; Al Quran Nur Kariim (Cahaya yang mulia)…

1. Salam adalah doa, tiada seindah kata salam ketika bertemu seseorang sebagai ungkapan penghargaan dan penghormatan kepada orang yang kita temui…

Al Quran; Surat Maryam; ayat 62

"Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali
ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu
tiap-tiap pagi dan petang."

- Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatu
artinya; semoga damai sejahtera dan keselamatan selalu bersamamu dan semoga rahmat serta barokah Allah selalu bersamamu…

Salam wajib dijawab dengan salam, karena doa wajib dibalas dengan doa…

Jawaban salam; Wa ‘alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatu
artinya; dan semoga damai sejahtera dan keselamatan selalu bersamamu dan semoga rahmat serta barokah Allah selalu bersamamu pula…

Al Quran; Surat An Nuur (Cahaya); ayat 27

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu
sebelum meminta izin dan memberi salam kepada
penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat."

2. Mengagungkan nama Allah sebagai Tuhan Yang Maha Besar adalah sesuatu yang fitrah bagi manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya, maka diwajibkan manusia untuk mengucapkan kalimat
takbir;

Al Quran; Surat Al Isra (Perjalanan Malam); ayat 111

"Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak
mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula
hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang
sebesar-besarnya
."

- Allahu Akbar = Allah Maha Besar

Al Quran; Surat Saba’ (Kaum Saba’); ayat 23

"Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah
melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu, sehingga
apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata "Apakah
yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar",
dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar"

3. Dalam Al Quran, Surat Al A’laa (Yang Maha Tinggi), ayat 1 s/d 3, ummat manusia diperintahkan untuk mensucikan selalu nama Tuhannya;

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, Yang menciptakan, lalu membuatnya sempurna, Yang menentukan, lalu memberi petunjuk"

- Subhannallah = Maha Suci Allah

Mensucikan nama Allah, terutama ketika manusia dihadapkan dengan tanda-tanda kebesaran-Nya

4. Islam artinya pasrah/menyerahkan diri terhadap keputusan dan ketentuan Allah terhadap masing-masing manusia (fitrahnya manusia), karena di dalam kepasrahan terdapat ketenangan… muslimin adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada keputusan dan ketentuan Allah… maka selayaknya dalam setiap kejadian yang dihadapi seseorang berkata seperti apa yang telah ditunjukkan oleh Allah dalam Al Quran;

Al Quran, surat Al Kahfi (Gua), ayat 39

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "MAASYAA ALLAH,
LAA QUWWATA ILLAA BILLAH (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada
kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

- Maasyaa Allah = Sungguh atas kehendak Allah semua terwujud/terjadi

- La Haula Wa laa quwwata illa billah = Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

- Insyaa Allah = Atas Izin Allah

Penyerahan diri secara mutlak kepada Allah dan menyerahkan masa depan diri hanya kepada Allah semata, seperti yang ditunjukkan oleh Nabi dan Rasul Allah;

Al Quran; Surat Al Kahfi (Gua); ayat 69

Musa berkata: "Insya Allah (atas izin Allah) kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan
aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun".

Oleh orang2 yang zalim kalimat Maasyaa Allah sering diperolok-olok
sebagai "bahasa arabnya kaget" serta kalimat Insyaa Allah disalah artikan sebagai alasan untuk tidak menepati janji, sesungguhnya apabila mereka tahu makna
sebenarnya, pasti mereka akan berhenti mengolok-oloknya dan menyalakgunakannya…

5. Al Quran; Surat An Nisaa’ (perempuan-perempuan); ayat 110;

"Wa may ya’mal suu-an au yazhlim nafsahuu tsumma yastaghfirillaaha yajidillaaha ghafuurar rahiimaa"

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya,
kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang."

- Astaghfirullahal’adzim = Mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Perkasa

Kalimat ini disebut kalimat istighfar = mohon ampunan

6. Al Quran; Surat Al Baqarah (Sapi Betina), ayat 155-156

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna
lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun""

- Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun = Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.

Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunahkan untuk mengucapkan ketika ditimpa marabahaya dan musibah baik besar maupun kecil. Banyak orang yang salah kaprah bahwa kalimat ini hanya untuk orang yang meninggal saja.

7. Puji hanya selayaknya ditujukan kepada Allah Tuhan Semesta Alam sebagai wujud rasa syukur manusia kepada Sang Penciptanya dengan mengucapkan kalimat Tahmid;

Al Quran; Surat Al Faatihah (Pembukaan); ayat 2

"Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam." 

Surat Az Zumar (Rombongan); ayat 75

"Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling
‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba
Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".

Surat Al A’raaf (Tempat Tertinggi); ayat 43

"Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di
bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini.
Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah
datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka:
"ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu
kerjakan."

Surat Al Kahfi (Gua); ayat 1

"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Qur’an dan Dia tidak mengadakan kebengkokan (kesalahan dan penyimpangan serta pertentangan) di dalamnya"

Surat An Naml (Semut); ayat 93

"Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan
memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya.
Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan".

Pujian Nabi Ibrahim kepada Allah; Al Quran; Surat Ibrahiim; ayat 39

"Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua
(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar
(memperkenankan) do’a."

Pujian Nabi Nuh kepada Allah; Al Quran; Surat Al Mu’minuun (Orang-orang beriman); ayat 28

"Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu,
maka ucapkanlah: "Segala puji bagi Allah yang telah
menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."

Pujian Nabi Daud dan Sulaiman kepada Allah; Al Quran; Surat An Naml (Semut); ayat 15

"Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya
mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang
melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".

- Alhamdulillahirrobbil’alamin = Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam

8. Al Quran; Surat An Naml (Semut); ayat 30;

"Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

Surat Al Fatihaah (Pembukaan); ayat 1

"Dengan menyebut nama
Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

- Bismillahirrohmanirrohim = Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

diwajibkan kepada manusia untuk memulai sesuatu pekerjaan dan ibadah dengan mengucapkan kalimat basmalah sebagai wujud pengabdian manusia terhadap Tuhannya.

9. Al Qur’an; Surat Alii Imraan (Keluarga Imraan); ayat 36

"Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku,
sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak
perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang
dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.
Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak
keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada syaitan yang
terkutuk."

Surat Shaad; ayat 41

"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya
aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan
siksaan".

Surat An Nahl (Lebah); ayat 98

"Apabila kamu membaca Al Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah
dari syaitan yang terkutuk."

Surat Al A’raaf (Tempat Teringgi); ayat 200

"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka
berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui."   

Surat Al Mu’minuun (Orang-orang beriman); ayat 97

"Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan."

- A’udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim = Aku berlindung kepada Allah dari godaan/bisikan syaitan yang terkutuk.

Diucapkan ketika dalam keadaan ketakutan, gelisah maupun was-was… yang mungkin berasal dari bisikan dan godaan syaitan yang terkutuk baik dari golongan jin dan manusia.

Al Quran; Surat An Naas (Manusia); ayat 1-6
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari golongan jin dan manusia.

10. Barakhallah - Semoga Allah memberikan barokah-Nya kepadamu

11. Jazzakumullah Khoiran Katsiro - Semoga Allah memberikan balasan kepada Anda yang lebih baik dan lebih banyak

Al Quran; Surat Al Kahfi (Gua) ayat 44;

"Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik
Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan."

12. Naudzubillah min dzalik - Aku berlindung kepada Allah dari yang demikian itu
Diucapkan ketika ada suatu kejadian yang tidak berkenan, dan memohon kepada Allah atas diri manusia agar tidak ditimpa kejadian tersebut.

13. Wallahu a’lam bishshowab -  Dan hanya Allah saja lah yang lebih mengetahui kebenarannya.

Al Quran; Surat Yusuf; ayat 76

"…Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang
yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.
"

Manifestasi dari ucapan sehari-hari manusia;"Di atas langit masih ada langit"

14. Yarham kumullah - Semoga Allah memberkatimu

15. La Illaha Ilallah = TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
Disebut sebagai kalimat Tauhid, yaitu kalimat yang mengikrarkan atas orientasi yang dituhankan dari manusia… Dalam ajaran Islam, yang berhak dituhankan adalah Tuhan Yang Satu, Absolut, Pusat dari segalanya dan Tidak Terbagi-bagi yaitu Allah Subhannallhu Wa Ta’aala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi)

Al Quran; Surat Al Baqarah (Sapi Betina); ayat 255 (ayat Kursi);

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal
lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at
di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka
dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah
melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (Tahta Kekuasaan) Allah meliputi langit dan
bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi
lagi Maha Besar."

Al Quran; Surat Al Ikhlas (Ikhlas); ayat 1-4

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada memiliki anak dan tidak pula dijadikan anak,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Surat Al Ikhlas ini sebagai landasan ke-ikhlasan atas fitrah yang telah diciptakan oleh Allah, wujud dari keikhlasan menerima ketentuan dan kehendak Allah, serta suatu bentuk keikhlasan atas suatu yang haq (benar) dari Ketuhanan dan hanya Tuhan yang demikian semata yang berhak disembah.
=========

Semoga bermanfaat

Wassalam

Irvan S. a.k.a Pani

 

 

 

Kecepatan Cahaya Berdasarkan Al Quran

November 20th, 2005 by pani

Pengantar:

Sebelum abad ke 17, para ilmuwan tidak percaya akan suatu hal yang disebut dgn “kecepatan cahaya” – the speed of light. Mereka berkesimpulan bahwa cahaya dapat menempuh berbagai jarak ” in no time”. Kemudian, beberapa penilitian dilakukan untuk mengukur kecepatan cahaya tersebut. Sekarang, menurut US National Bureau of Standards, kecepatan cahaya pada “vacuum”; di luar matter dan gravitional fields adalah = 299792.4574 +/- 0.0011 km/s. Dan menurut British National Physical Laboratory, kecepatan cahaya adalah  = 299792.4590 +/- 0.0008 km/s. Jika dirata-ratakan antara keduanya maka menjadi = 299792.458 km/s). Tetapi, berdasarkan petunjuk dari Kitab Suci Al Quran yang diturunkan 1400 tahun yang lalu, kecepatan cahaya dalam vacuum sudah dapat diprediksikan yaitu = 299792.5 Km/s. Dinyatakan dalam Al Quran bahwa perjalanan cahaya dalam sehari adalah sama dengan jarak yang ditempuh oleh bulan dalam 12000 lunar orbit. Dan karena kecepatan = jarak / waktu, dengan kalkulasi yang simple didapatkan bahwa kecepatan cahaya dalam vacuum adalah =  299792.5 Km/s:

Muslimin percaya bahwa para malaikat adalah makhluk ber-massa rendah dan diciptakan Tuhan dari cahaya, sebagaimana disabdakan Rasulullah Muhammad SAW dan diriwayatkan oleh Imam Muslim;

Rasulullah Saw bersabda; “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api, dan Adam dari apa yang digambarkan kepada kalian (tanah).” (HR.Muslim)

Para Malaikat dpt bergerak dari berbagai kecepatan, mulai dari 0 sampai menyamai kecepatan cahaya. Dan menurut Al Quran, bahwa para malaikatlah yang membawa perintah-perintah Tuhan kepada makhluk-Nya di bumi;

QS Faathir 1:

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.

Asy-Syu’ara 192-194

Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Malaikat Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,

Dan di dalam Al Quran dinyatakan bagaimana para Malaikat tersebut traveling membawa berbagai urusan Tuhan ini serta kecepatan yang ditempuhnya;

As Sajadah 5

Dia (Allah) mengatur urusan dari langit (surga) ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang perhitungannya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

Analisa;

kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya = perjalanan yang melibatkan jarak

dalam satu hari = waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak diatas

yang perhitungannya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu = konversi

perhitunganmu = lunar calendar yang dalam setahun ada 12 bulan.

Berdasarkan keterangan tersebut, disimpulkan bahwa para Malaikat menempuh perjalanan yang berjarak 1000 tahun dari perhitungan para kaum muslim pada saat itu.

Seperti diketahui bahwa kalender Islam menggunakan tahun dengan perhitungan bulan atau apa yang disebut dgn lunar calendar. Perhitungan lunar calendar ini adalah relative thdp bulan dan bukan relative thdp matahari. Dan dalam satu tahun terdapat 12 bulan, sesuai dgn yang dinyatakan dalam Al Quran;

At Taubah 36

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan (dalam satu tahunnya), dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Allah dalam Al Quran berfirman bahwa para Malaikat traveling dalam satu hari =  jarak yang ditempuh bulan dalam 12 x 1000 =12000 lunar orbit.

=

Untuk memverifikasinya, kita dapat menggunakan persamaan sbb;

Jarak = Kecepatan x Waktu   Þ   Kecepatan = Jarak / Waktu

Sehingga kita dapat mengkalkulasikan kecepatan para malaikat dan membandingkannya dengan kecepatan cahaya.

Waktu:

Tabel ini menunjukkan bulan berdasarkan perhitungan lunar calendar serta hari terrestrial dalam sidereal system (relative thdp bintang-bintang) dan synodic system (relative thdp matahari):

Periode

Synodic (relative thdp sun)

Sidereal (relative thdp bintang-bintang)

Hari Terrestrial t

24 jam = 86400 detik

23 h 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik

Lunar Month T

29.53059 hari

27.321661 hari = 655.71986 jam

NASA menggunakan sidereal system (relative thdp bintang-bintang) untuk menentukan lunar orbit, lunar month (T), hari terrestrial (t) untuk mengkalkulasikan kecepatan dari bulan. Kaum muslim juga menggunakan sidereal system (relative thdp bintang-bintang) untuk menentukan hal ini.

Jarak:

Formula yang dipropose dlm Al Quran;

Jarak yang ditempuh para Malaikat dalam satu hari = 12000 x Jarak yang ditempuh bulan dalam sekali orbit

Dan karena  Jarak = Kecepatan x Waktu,

Maka;

Þ  C x  t = 12000 Vo x T

Dgn:

C

Adalah Kecepatan para Malaikat, yang akan dikalkulasikan dan dibandingkan dgn kecepatan cahaya yang telah diketahui dgn; tanpa external forces, tanpa akselerasi/percepatan, tanpa deselerasi/perlambatan.

t

Adalah hari terrestrial dari system sidereal yang didefinisikan sbg waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi thdp sumbunya (relative thdp bintang-bintang); 23 hr, 56 min, 4.0906 sec = 86164.0906sec.

Vo

Adalah kecepatan inert dari bulan (tanpa external forces, tanpa percepatan dan tanpa perlambatan.

T

Adalah bulan pada system sidereal lunar calendar yang didefinisikan sbg waktu yang dibutuhkan bulan untuk berevolusi mengelilingi bumi (relative thdp bintang-bintang); 27.321661 days = 655.71986 hours.

Kecepatan Bulan:

Berbeda dgn kecepatan cahaya, kecepatan bulan tidak konstan. Berdasarkan perhitungan NASA thdp kecepatan spontan dari bulan pada masing2 titik dari orbitnya, menunjukkan bahwa kecepatan bulan bervariasi dari 3470km/hr sampai dgn 3873 km/hr. Hal tsb menunjukkan bahwa bulan berakselerasi dan berdeselarasi secara kontinyu. Kecepatan rata-rata dari Bulan adalah Vavg = 3682 km/hr. Kebanyakan textbooks astronomi mengkalkulasikan hal tsb secara manual dgn menggunakan formula sbb:

Kecepatan = Jarak / Waktu = Panjang dari orbit bulan / Waktu

Karena bumi berputar mengelilingi matahari maka seluruh orbit bulan ikut mengelilingi matahari bersama dengan bumi. Hal tsb membuat bulan menempuh jarak yang lebih panjang pada jalur spilarnya. Tetapi hal tsb bukanlah panjang orbit bulan relative terhadap bumi, orbit bulan yang relative thdp bumi berbentuk elips dgn rata-rata radiusnya R = 384267 km. Maka dari itu, panjang (L) dari elliptical orbit bulan relative thdp bumi adalah:

L = 2 π R

V = L / T   Þ   V = 2 π R / T

Masukkan R = 384267 km, dgn T = sidereal lunar month = 655.71986 jam:

V = (2 x 3.l4l593 x 384267) / 655.71986 = 3682.092 km/hr

Meskin kecepatan ini benar, relative thdp bumi, tetapi kecepatan bulan ini dipengaruhi oleh gravitational force dari matahari.

Kecepatan cahaya yang sebesar; 299,792.458 km/s adalah kecepatan cahaya yang diobservasi diluar gravitational field. Tetapi pada kenyataannya kecepatan cahaya bervariasi tergantung pada intensitas dari

gravitational field yang dilaluinya. Karena dalam hal ini sedang dilakukan perbandingan antara kecepatan para Malaikat dengan kecepatan cahaya diluar

gravitational field, maka dari itu untuk mendapatkan hasil yang presisi, perhitungan thdp kecepatan bulan yang mengelilingi bumi diluar

gravitational field harus dilakukan. 

Dengan asumsi system Bumi-Bulan yang diisolasi (Bumi-Bulan berorbit dgn tidak dipengaruhi oleh

gravitational field dari matahari), bulan mengorbit bumi dgn kecepatan tangensial yang konstan, dan orbit bulan adalah lingkaran yang sempurna dgn Bumi sebagai pusatnya. Tetapi karena peningkatan intensitas

gravitational field dari matahari  (Ketika orbit bumi-bulan mendekati matahari) bulan mendapatkan pengaruh pada kecepatannya akibat dari pengaruh

gravitational field matahari. Yaitu kecepatan bulan bertambah ketika menghadap dan mendekati matahari, dan kecepatan bulan berkurang ketika membelakangi dan menjauhi matahari. Sbg konsekuensinya kecepatan orbit rata-rata bulan akan meningkat yang mengakibatkan; panjang dari orbit bulan bertambah, rata-rata radius orbit bertambah dan orbit bulan menjadi elips dengan bumi tidak lagi pada pusatnya.   

Kita dapat mengkalkulasikan kecepatan bulan relative thdp bumi diluar

medan-

gravitational dari data astronomical yang dimiliki; Sistem bumi-bulan mengkover suatu sudut ø diseputar matahari pada setiap siklusnya (sidereal lunar month). Tanpa pengaruh

medan-

gravitational matahari dan bintang-bintang lain (system terisolasi) orbit bulan tidak dapat merubah arahnya tetapi berkesan mengambang pada jalur yang lurus kepada bintang-bintang lain (diluar matahari). Tetapi karena adanya pengaruh

medan-

gravitational matahari, orbit bulan mengalami perubahan arah pada setiap siklusnya sebesar sudut ø terhadap bintang-bintang lain.

Perubahan arah ini sebenarnya adalah percepatan yang diakibatkan dari pengaruh

medan-

gravitational matahari. Percepatan ini menyebabkan orbit bulan menjadi berbentuk elips dan bukan lingkaran yang sempurna.

"Kecepatan/Velocity" memiliki nilai/value dan arah/vector, berbeda dengan

mass yang hanya memiliki nilai/value saja. Pada system Bumi-Bulan yang terisolasi, kecepatan mean dari bulan yang diisolasi tsb tetap pada arah asalnya terhadap bintang-bintang yang jauh. Tetapi pada compound/complex system, kecepatan mean dari “compounded” bulan mengalami perubahan arah sebesar  sudut ø terhadap bintang-bintang yang jauh pada setiap siklusnya mengelilingi bumi. Hal tsb terjadi karena kecepatan mean dari bulan/

the moon’s mean velocity (V) adalah hasil penjumlahan vektorial dari kecepatan mean pada Sistem Bumi-Bulan yang diisolasi/mean velocity in the isolated Earth-moon system (V’) ditambah dgn kecepatan yang didapat dari medan-gravitational matahari dan bintang-bintang yang jauh. 

Dgn Kecepatan Bulan yang relative thdp Bumi adalah V; Tetapi karena percepatan yang didapat akibat pengaruh matahari dan bintang-bintang yang jauh, dan arahnya mengalami perubahan sebesar sudut Ø pada setiap siklusnya; Maka kecepatan bulan pada system Bumi-Bulan yang diisolasi dgn acuan bintang-bintang yang jauh/distant stars, adalah;

V’ = V Cosine Ø 

Dikarenakan bulan terbentuk dari collision yang terjadi dengan bumi, maka isolated mean velocitynya merupakan akibat dari

reaction force dari bumi, bukan dari gravitationalnya. Dan jika

gravitational field bumi (vacuum) ditiadakan, maka bulan akan bergerak pada jalur yang lurus ke arah distant stars dan dengan kecepatan tangensial 

V’ relative terhadap bumi

Vo = V’ = V cosø

Dengan Vo adalah kecepatan dari bulan relative terhadap bumi diluar semua

gravitational field;

V adalah kecepatan bulan relative terhadap bumi di dalam

gravitational field; dan 

ø adalah sudut yang dilalui oleh system Bumi-BUlan ketika mengelilingi matahari sesuai dgn penurunan dari lunar calendar.

Arah dari kecepatan mean relative thdp bumi berubah terhadap acuan distant stars untuk setiap siklusnya adalah sebesar perubahan sudut yang sama dari system Bumi-Bulan yang mengorbit kepada matahari. Dikarenakan kedua sudut ini adalah sama, kita dapat mengkalkulasikan sudut diseputar matahari. Kita dapat mengkalkulasikan ø dari periode pada satu kali revolusi heliocentric dari Bumi-BUlan system tsb, yaitu; (365.2421987 days).

Sehingga;

ø = 27.32166088 days x 360 degrees  / 365.2421987 days = 26.92952225 degrees

Speed of Angels:

Berdasarkan data-data di atas, kini kita bias mengkalkulasikan kecepatan dari para Malaikat di ruang vacuum dan perbandingannya dgn kecepatan cahaya di ruang vacuum yang telah diketahui sebesar; 299792.458 km/s:

C t = 12000 Vo T

Dan Vo = V cosø

C t = 12000 V cosø T

C = (12000 V cosø T) / t

Dengan mensubstitusikan nilai2 sidereal dari perhitungan NASA untuk periode T and t (dari table di atas); dan dgn nilai ø adalah 26.9295 degrees adari perhitungan diatas; didapat cosø = 0.8915645,

Maka kecepatan dari para Malaikat berdasarkan petunjuk dari Al Quran tsb adalah ;

C = (12000 x 3682.092 x 0.8915645 x 655.71986) / 86164.0906 =

C = 299792.5 km/s

Subhannallah! Exactly the known Speed of Light!!!

Sesuai dgn keterangan Al Quran;

Yunus 5

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan sebenar-benarnya. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu).

Persamaan di dalam AL Quran tersebut adalah benar untuk sistem yang terisolasi pada berbagai gravitational field yang berbeda, karenya para observer harus keluar dari gravitational field yang terkait karena untuk gravitational field yang kuat maka akan terjadi dilatasi waktu dan kontraksi panjang.

c = 12000 L’ / t’ = 12000 2 π  R’ / t’

Friksi dari permukaan laut mengakibatkan rotasi dari bumi bertambah lambat, sehingga waktu dalam sehari menjadi lebih panjang (t’ bertambah). Dan karena rotasi bumi melambat maka bulan akan menjauh (R’ bertambah). Tetapi karena adanya hukum fundamental dari astrophysics, rasio R’ / t’ akan terus sama, sehingga R’ / t’ adalah konstanta yang besarnya adalah; 3.976120966 (R’ / t’ = R cosø / t’). Hal ini membuat persamaan di dalam Al Quran tsb c = 12000 L’ / t’ hanya terdiri nilai-nilai konstanta, tanpa variable. Membuat persamaan ini akan selalu applikable pada situasi dan lingkungan yang berbeda.

Semoga bermanfaat

Wassalam

Sebuah Kemenangan…

November 2nd, 2005 by pani

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Illaha Ilallahu Wallahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lila Hil Hamd!

Ramadhan telah terlalui, diri-diri telah teruji, jiwa-jiwa telah tersucikan (Insya Allah), dan kemenangan pun dihadirkan…

Tetapi kemenangan kali ini terasa tidaklah sempurna, kemenangan kali ini terasa ada yang tidak biasa, kemenangan kali ini terasa ada yang terlewati…

Kemenangan kali ini hanya terasa bagi manusia-manusia yang merasa dirinya menang. Ketika negeri tempat mereka bernaung belum diridhoi untuk merasakan kemenangan yang sempurna. Ketika negeri tempat mereka bernaung didekatkan kepada rasa kemenangan yang memabukkan, yaitu; ketika manusia-manusia yang merasa dirinya menang bersenang-senang atas rasa kemenangannya, sedangkan manusia-manusia yang dilewatkan oleh sombongnya kemenangan itu masih dalam keadaan papa dan kalah. Sedang negeri tempat manusia-manusia itu bernaung dijauhkan dari kemenangan yang sebenar-benarnya kemenangan yaitu kemenangan yang rahmatan lil’ alamin, kemenangan yang merahmati semesta alam.

Manusia-manusia yang merasa dirinya menang akan bertanya-tanya; Apakah maksud dari Tuhan dengan belum memberkahi kemenangan kepada negeri tempat kami bernaung?

Sedangkan manusia-manusia yang hanya menyerahkan kemenangannya kepada Allah semata akan berhenti; berdiam dan berfikir sejenak. Dan manusia-manusia yang hanya menyerahkan dirinya kepada Allah semata serta menggantungkan dirinya kepada ayat-ayat suci Al Quran akan terjerembab pada perenungan yang dalam akan ketetapan Tuhannya;

Al A’Raaf 96

Dan sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka perbuat.

Dan manusia-manusia yang hanya menyerahkan kemenangannya kepada Allah semata akan memaki dirinya;

Apakah kami belum (cukup) beriman dan bertaqwa, sehingga berkah dari Tuhan kami belum mengetuk pintu-pintu rumah kami?

Dan, apakah kami telah mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, sehingga siksa dari Tuhan kami bertaburan di halaman-halaman rumah kami?

An Nahl 112

Dan Allah menjadikan sebagai perumpamaan akan suatu negeri yang aman lagi tenteram, rezekinya datang berlimpah dari segenap tempat, lalu mereka ingkar terhadap nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka pakaian (yang meliputi) kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.

Lalu manusia-manusia yang hanya menyerahkan kemenangannya kepada Allah semata akan memaki dirinya;

Apakah kami telah mengingkari segala nikmat Allah yang telah diberikan kepada kami, sehingga badan dan hati kami disetiakan kepada kelaparan dan ketakukan, seperti setianya sebuah pakaian yang meliputi kulit-kulit kami?

Sehingga manusia-manusia yang hanya menyerahkan kemenangannya kepada Allah semata akan mengingang-ngiangkan perintah dari Allah kepada mereka, pada telinganya, pada hatinya, dalam fikirnya;

Aali ‘Imraan 102

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam kamu dalam keadaan muslim.

Dan manusia-manusia yang telah berlalu akan berkata;

Andai, andai saja… Jika, jika saja… penduduk negeri itu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa kepada Allah…

Andai, andai saja… Jika, jika saja… penduduk negeri itu tidak mendustakan ayat-ayat Allah serta tidak mengingkari segala nikmat Allah…

Dan sebenar-benarnya janji adalah janji Allah, serta sebenar-benarnya ketetapan adalah ketetapan Allah!

=

Dan manusia-manusia yang hanya menyerahkan kemenangannya kepada Allah semata akan berkata; sesungguhnya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang telah memberi kami ilmu;

Rasulullah Muhammad SAW bersabda;

Kokohnya suatu negeri adalah terdiri dari;

  1. Alim Ulama dan para cerdik cendikia beserta segala ilmu-ilmunya 
  2. Pemimpin-pemimpin beserta keadilan yang ditegakkannya

  3. Orang-orang yang berada dan berkecukupan beserta kedermawanannya

  4. Kaum dhuafa beserta doa-doanya

Adakah sesuatu yang terlupakan dari hal-hal di atas pada negeri itu?

Pantaskah negeri itu berpijak pada sesuatu yang rapuh serta tidak kokoh?

Serta, adakah negeri itu melafalkan doa seperti yang pernah Nabiyullah Ibrahim AS melafalkan doa untuk suatu negeri? Atau lupakah negeri itu akan peringatan Allah kepada mereka yang ingkar?

Al Baqarah 126

Dan (ingatlah), tatkala Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman, dan berikanlah rezeki kepada penduduknya dengan buah-buahan (hasil buminya) (yaitu)  terhadap orang-orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian”.

(lalu) Allah berfirman,”Dan (bahkan) kepada barangsiapa yang ingkarpun Aku akan menyenang-nyenangkannya (untuk) sementara, kemudian Aku memasukkan ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali”.

Semua dari ketetapan Allah sudahlah jelas, sejelas penglihatan ketika melalui dan menembus kristal terbersih sekalipun.

Maka dari itu, atas kemenangan yang hanya izin Allah semata ini, atas ramadhan yang telah terlewati, atas segala nikmat dan berkah-Nya; manusia-manusia yang hanya menyerahkan kemenangannya kepada Allah semata akan menyambut ketaqwaan dengan yang sebenar-benarnya taqwa, serta dengan hanya merebahkan jiwa kepada ayat-ayat Allah semata agar mereka tidak termasuk orang-orang yang mendustainya, serta bersyukurlah atas tiap-tiap nikmat-Nya sehingga mereka tidak termasuk orang-orang yang mengingkarinya, lalu mereka akan selalu berfikir dan berdoa…

Sehingga berkah dan rezeki, kemakmuran dan ketentraman, keamanan dan kesejahteraan akan ditebarkan Allah pada negeri tempat manusia-manusia bernaung sebagai bentuk pertolongan dan ketetapan dari-Nya… Insya Allah.

Dan manusia-manusia yang hanya menyerahkan kemenanyannya kepada Allah semata akan selalu mengingat…

Sebenar-benarnya janji adalah janji Allah dan sebenar-benarnya ketetapan adalah ketetapan Allah!

Ar Rum 5-6

Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (sebagai) Janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Nuuh 4

Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui.

=

Semoga Bermanfaat

Irvan Setiawan a.k.a Pani