Assalamualaikum Wr Wb
Pada suatu malam ditengah-tengah berkutat dengan pekerjaan, tiba-tiba teringat saya apa yang pernah dikatakan Syekh Ahmad Deedat; "Why do men fall?" - Mengapa kaum pria mengalami kejatuhan?
Tergelitik juga untuk sama-sama membuka wawasan tentang hal yang satu ini tentang bagaimana dan mengapanya, terutama ditujukan untuk saya sendiri sebagai pria dan kawan2 dan siapapun yang merasa dirinya pria.
Mari kita lihat apa yang dikatakan Al Quran ttg hal tsb;
Surat Alii Imraan, ayat 14
zuyyina linnaasi hubbusysyahawaati minannisaa-i walbaniina walqanaathiirilmuqantharati minadzdzahabi walfidhdhati walkhaylilmusawwamati wal-an’aami walhartsi dzaalika mataa’ulhayaatiddunyaa wallaahu ‘indahu husnulmaaab
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
tampaknya memang sudah merupakan cobaan bagi kaum pria selama di dunia ini, sebagaimana Allah Subhannahuwata’ala (The Most Glorious, The Most High) telah menetapkannya sesuai urutannya dalam surat 3, ayat 14 di atas bahwa cobaan utama bagi pria yang berpotensi membuatnya mengalami kejatuhan adalah: Wanita, Anak, Harta
Mari kita bahas satu per satu
1. Wanita
Tampaknya tidak perlu bercerita banyak untuk penyebab yang satu ini, suatu cerita kuno yang sering kita dengar bahwa banyak pria yang mengorbankan jabatan, keluarga, harta, bahkan harga diri untuk seorang wanita, yaitu wanita yang bukan haknya, yang dihampiri dengan cara yang tidak baik dan dalam koridor hawa nafsu, yaitu perzinahan. Yang pasti tanpa izin dari wali sang wanita yang sah (bapak dan keluarganya), ya iyalah, kalau kita meminta izin tentunya kita meminta izin untuk menikahinya terlebih dahulu.
Allah SWT telah menciptakan dunia ini atas hukum kausalitas sebab akibat, dalam konteks ini tentunya hal-hal tentang perzinahan tidak lepas dari peran sang pria dan sang wanita.
Terhadap hal yang demikian Allah SWT telah memberikan rambu-rambu kepada manusia agar mampu menghindarinya sbb;
Surat Al Israa, ayat 32
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Hmm, mendekatinya saja tidak boleh apalagi melakukannya? bagaimana caranya agar kita tetap jauh darinya?
Surat An Nuur, ayat 30
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
Seperti kata pepatah; "Dari mata turun ke hati dan hati yang kotor akan berkata "MAU"!", maka dari itu menahan pandangan adalah lebih baik bagi kita, mengapa? karena pada saat itu kita sedang memandang sesuatu yang bukan hak kita dan kalau sampai berani-berani "mencomot" sesuatu yang bukan haknya, apakah tidak beda dengan maling? Dengan menahan pandangan, otomatis kemaluan pun akan terpelihara, Insya Allah.
Karena hukum kausalitas yang disebut di atas, hal yang sama berlaku kepada kaum wanita;
Surat An Nuur 31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya(1). Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita(2). Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan(3). Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan pada ayat di atas
(1) Sungguh suatu yang indah bagaimana Al Quran memberikan kiasan tubuh wanita sebagai perhiasan. Mengapa perhiasan? Sifat dari perhiasan adalah menarik perhatian orang dan mendorong orang untuk memandang, menyentuh dan memilikinya, exactly seperti apa yang dirasakan umumnya kaum pria terhadap wanita yang diingininya. Maka dari itu selayaknya seorang wanita tidak mengumbar-umbar "perhiasannya" kecuali apa yg memang biasa dilihat, apa maksudnya? Umumnya kalau kita berbicara dengan orang, apa sih yg biasa diperhatiin? Raut muka dan gesture tangan bukan? gak wajar orang lagi ngobrol masak ngeliatin dengkul, itu lah mengapa penggunaan jilbab/hijab menyisakan muka dan telapak tangannya…
(2) Yang namanya perhiasan ya jangan diumbar-umbar kalau gak mau kecolongan, boleh ditunjukkan (membuka hijab) hanya kepada orang-orang yang dipercaya/kepercayaan (muhrim) dan mereka yang memang tidak tertarik dengan perhiasan tersebut seperti mereka yang disebutkan dalam ayat 31 di atas.
(3) Maksudnya adalah kalau punya perhiasan, apalagi perhiasan yang indah, ya jangan dipamer-pamerin kalau gak mau dicuri orang tak bertanggung jawab.
Terakhir, Allah memberikan peringatan yang lebih "long-term" bahwa:
Surat An Nuur, ayat 3
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu’min.
Naudzubillahimindzalik, semoga Allah mencegah dari yang demikian, bagaimana suatu pernikahan bisa tentram dan rukun, jika masing-masing suami dan istri punya "hobi yang gak bener", karena kebiasaan "yang gak bener" tersebut telah dilatih sebelum menikah. Prinsipnya kalau kita berani "mengambil yang bukan hak" kita kepada seseorang sebelum nikah, kenapa gak mungkin kita melakukan hal yang sama ketika telah terikat dalam pernikahan. Karena istri yang baik-baik bisa berubah menjadi pezina dikarenakan dendam thdp suami pezina dan suami baik-baik bisa menjadi pezina dikarenakan istri yang pezina. Maka dari itu lebih baik bertobat selagi bisa…
2. Anak
Ah apakah mungkin anak-anak yang kita miliki justru menjadi penyebab kejatuhan kita? Untuk yang ini juga banyak ceritanya kalau kita jeli, bagaimana orang tua kehilangan sikap adil dikarenakan kecintaannya kepada anak, bagaimana orang tua tega mendzalimi orang lain demi anak, bagaimana orang tua melakukan pembenaran atas perbuatan buruk anaknya padahal orang tuanya mengetahuinya, bagaimana orang tua merendahkan orang lain karena kebanggaan yang berlebihan akan anak-anaknya, bahkan bagaimana orang tua mengambil sesuatu yang bukan haknya demi anaknya, dll.
Maksud dari ayat tersebut adalah janganlah karena kecintaan yang berlebihan thdp anak-anak membuat orang tua tidak bisa membedakan antara kebenaran dan keburukan. Anak itu adalah cobaan dari Tuhan, dan seringkali orang tua memberikan pemakluman-pemakluman atas ketidakbenaran yang muncul dengan dalih anak-anak mereka, lebih-lebih lagi karena dalih anak para orang tua melupakan kewajiban mereka kepada Tuhan Yang telah menitipkan anak-anak tersebut. Suatu perbuatan yang ingkar terhadap nikmat Tuhan pada anak-anak kita.
Surat Al Anfal, ayat 28
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
3. Harta
Khusus untuk harta, sesuatu yang menakjubkan bagaimana Kitab abad ke 7 merincikan "pleasures of men atau boy’s toys" yang secara garis besar tidak berubah dari masa ke masa. Kalau kita terjemahkan untuk abad ke-21 ini, sbb;
a. jenis emas, perak : kalau jaman sekarang mungkin semua harta yang memiliki nilai "mampu-bayar"; uang dlm bentuk nota, credit card, debit card, tabungan, deposito, saham, reksadana, valas, emas dll
b. kuda pilihan : walaupun ada deviasinya tetapi kurva normal menunjukkan bahwa pada umumnya kaum pria gandrung kepada kendaraan (mobil, motor, helikopter, pesawat pribadi etc) sebagai kebanggaannya.
c. binatang ternak dan sawah ladang : land, property, usaha, bisnis, alat-alat produksi; perusahaan, restoran dll.
Subhannallah! and men haven’t changed a bit.
Kembali, harta adalah cerita kuno yang mampu menimbulkan konflik dan kejahatan bagi manusia, baik kekurangan maupun kelebihan, kekurangan=mencuri, kelebihan=sombong & dengki. Perang terjadi karena haus akan harta dan property/kepemilikan, kaum pria berbunuh-bunuhan demi segepok uang, demi sebidang tanah, demi perut bumi dan apa2 yang ditumbuhkan dipermukaannya; hasil tambang, mineral, minyak, gas, tanaman, ternak, hasil hutan dll.
Mengingat bahwa harta mampu menimbulkan kejahatan bagi manusia (iri, dengki, sombong, serakah dll dsb), maka Allah menetapkan peraturan tentang halal dan haramnya harta, cara mendapatkannya dan membelanjakannya, bagaimana harta wajib didapatkan dengan cara yang halal dan dibelanjakan untuk hal-hal yang halal juga, karena harta yang halal akan diiringi oleh kebaikan, dan begitu juga sebaliknya.
Prinsip dasar:
1. Harta adalah cobaan, Allah akan menguji kita dengan harta kita, baik berlebih maupun berkurang agar kita tidak sombong dan kikir ketika berlebih dan agar kita tidak iri, dengki, mencuri ketika kurang. Maka dari itu janganlah terlalui mencintai harta karena harta adalah hanya titipan dan cobaan.
Surat Alii Imraan, ayat 186
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu…
Surat Al Baqarah, ayat 155
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
2. Mengumpulkan harta dunia harus berimbang dengan mengumpulkan "harta" akhirat; amal ibadah.
Surat Al Qashash, ayat 77
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
3. Harta kita adalah harta yang memang menjadi hak kita, tidak boleh mengambil yang bukan hak kita dan kemudian mencari-cari pembenaran.
Surat Al Baqarah, ayat 188
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui
Surat An Nisaa’ ayat 29
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.
Surat An Nisaa’ ayat 10
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.
4. Harta baru menjadi manfaat ketika telah dibelanjakan, jika dibelanjakan pada jalan Tuhan, jalan yang baik, maka manfaat kita raih, jika dibelanjakan pada jalan keburukan (foya2, mabuk2an, berlebih-lebihan, dll) maka harta yang kita usahakan tsb tidak memberi manfaat apa-apa buat kita.
Surat Al Baqarah 195
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
5. Harta dikelola oleh orang yang berhak dan mampu mengelola; orang dewasa dan sehat jasmani dan rohani. Anak-anak, orang yang tidak sehat rohaninya, orang yang sudah renta sebaiknya diwakilkan kepada walinya. Intermezo: Anak SD uang jajannya ratusan ribu bahkan jutaan? Hmmm
Surat An Nisaa’, ayat 5
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (belum dewasa), harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
Maka dari itu agar kita selalu "humble" terhadap harta kita sehingga harta tidak mampu menjerumuskan kita, maka Al Quran melatih manusia agar selalu memanfaatkan hartanya dijalan yang baik. Selain untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka ada yang disebut dengan zakat, sedekah dan infaq kepada mereka-mereka yang telah ditetapkan untuk diberi, terutama zakat; karena zakat mampu mensucikan dan membersihkan diri dan harta kita. Agar harta yang tidak bisa kita manfaatkan hari ini, dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan, yaitu sebagai pelindung bagi kita agar harta yang tak termanfaatkan hari ini tidak menjadi sumber kebinasaan kita.
Contoh pragmatis: makan udah, bayar listrik-air-telpon udah, bayar sekolah anak udah, belanja istri udah, aaaah ada sisa nih, buat pijet plus ah! (WRONG!) seharusnya: aaaah ada sisa nih, sedekah ah!
Surat Al Baqarah, ayat 177
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Surat Al Baqarah, ayat 215
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
Surat At Taubah, ayat 103
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka.
Surat Adz-Dzaariyaat, ayat 19
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
Dan menafkahkan harta pada jalan Allah; zakat, infaq, sedekah adalah sesuai dengan kemampuannya. Yang banyak sesuai kemampuannya, yang tidak banyak pun sesuai kemampuannya…
Surat At Thalaq, ayat 7
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
Selain itu, treatment thdp harta yang baik adalah; tidak boros dan tidak pula kikir, yang baik adalah di antaranya, agar kita selalu humble.
Surat Al Isra, ayat 26
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Surat Al Furqaan, ayat 67
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
=============================================================
Semoga bermanfaat dan menjadi lebih baik
Maaf kalau ada yang tidak berkenan
ALLAH KNOWS BEST
Wassalam
ISM
+++++++++
Surat Al Hadid, ayat 20
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Surat Adz-Dzaariyaat, ayat 55
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.